Lelah

Hey aku lelah dengan semua ini, ingin aku hapus semuanya..semua memori yang lekat dari ingatanku. Aku ingin pergi jauh dan tak mengenalimu lagi, Apa bisa?

Aku cape, jika setiap kali harus ada emosiku yang terpancing atas ini, aku lelah jika setiap kali harus merasa kecewa akan sikapmu. Aku lelah..aku lelah…

Tolong…hapus ini dari ingatanku…aku tidak suka..sangat tidak suka.

Seketika Ingat

Hey, kamu tidak tahu di sini aku menahan rindu. Hey, dan kamu tidak tahu bahwa ini sakit. Ketika kamu sangat mempermasalahkan atas sikapku yang tidak sesuai hak ku dan aku tidak mengerti. Ketika kamu bilang, aku melanggar janji, apa maksudnya? aku tidak mengerti. Ketika kuartikan semuanya sebuah perpisahan, dan kamu sekarang yang tidak mengerti.

Aku membuka mata dan menghela nafas panjang, berusaha lihat semuanya lebih jauh ke depan, tentunya tidak hanya 5 cm..:). Semuanya ternyata hanya sepenggal masa silam, yang masih lekat diingatanku, seketika menyibak memori masa itu.

Tanda Tanya Besar

Setiap lebaran tepatnya setelah aku dijuluki kata cukup “dewasa” oleh orang-orang di sekitarku..pertanyaan besar itu selalu ada..”Kapan mau nikah?”..zzzzz…dan seketika suasana cukup hening,,tak ada jawaban dari siapapun..hey..akupun melamun..cukup lama berpikir dan tak sadarkan diri kalau pertanyaan itu untuk aku..dan setiap lebaran jawabanku selalu sama “doakan saja..”. Tetapi lain dengan lebaran kali ini, entah kenapa pertanyaan itu, langsung kujawab mantap..”Doakan..tahun depan..”, Seketika tatapan ayahku, kedua bintangku dan kedua bodyguardku langsung menusuk tajam ke arahku..layaknya artis bintang kelas dunia yang disoroti lampu kamera dimana-mana. Aku tersenyum “tampak” kemantapan dan tak ada keraguan. Fiuuuuh…helaan nafas hatiku begitu panjang.
Ternyata jawabanku tersebut membuat suasana yang tadinya hening menjadi cukup ramai di keluarga besarku. Kedua bibiku langsung menawari siap sedia memasak makanan enak dan menyarankanku untuk tidak memesan di catering, emangku (baca: paman) langsung menyebutkan gedung-gedung terdekat lengkap dengan harganya yang masih bisa dinego, emangku yang satu lagi siap untuk menjadi seksi pembelanjaan, karena beliau kenal dengan beberapa pedagang di Ciroyom dengan harga yang bisa turun sampai 10% dari biasanya. Ehem..ehem..uhuk..uhuk…tiba-tiba tenggorakanku kering..berharap segera keluar dari hujaman pertanyaan-pertanyaan selanjutnya yang akan datang.
“calonnya orang mana ma?” tuhkan benar, bibiku langsung membuka lapak pertanyaan yang dari tadi kutakutkan, kulihat sekelilingku, meminta pertolongan..Melihat muka bapakku, aku tahu beliaupun kebingungan akan pernyataan anaknya tadi
“yang pasti c ima mah kalau pilih calon ga akan asal-asalan, yang baik hati..”yeiiiy…rasa plong langsung terasa di hati. Terimakasih bapak, beliau membantuku menjawab pertanyaan yang dilontarkan bibiku, meskipun jawabannya tidak tepat..:).
berpikir..berikir,,bagaimana caranya segera keluar dari lingkaran ini..ehem..
“Yah,,doakan saja bi, mang, nek, semuanya..semoga bisa tahun depan..” akhirnya terucap juga kata-kata dari diriku, karena daritadi aku diam membisu dan hanya tersenyum-senyum menutupi kebingungan.
Bagaimana tidak bingung? Menikah tahun depan? Hellooooo,,itu pernyataan macam apaa..pernyataan tanpa landasan yang kuucapkan..calonnya saja masih sebuah tanda tanya besar…tanda tanya besar yang dicetak bold, miring, digarisbawahi dan diwarnai merah.
Mungkin si A yang kukenal dari dulu, teman kecilku,,mungkin si B teman SDku..mungkin si C teman SMPku,,mungkin si D teman SMAku,,mungkin si E teman kuliahku,,mungkin si F yang baru kukenal kemarin atau mungkin si Z yang sampai detik ini belum kukenal sosoknya. Semuanya masih misteri..sama seperti jawabanku tadi, itupun langsung terucap dan sebuah misteri. Tapi yang pasti, kuhanya harapkan doa..karena ucapan adalah doa.

Hanya kepadaMu aku berlindung dan hanya kepadaMu aku meminta pertolongan. Engkaulah Maha dari segala Maha.
Semangat ImaKu^^

tokoh dibalik layar sang ibadi..#dan juga aku..:)

hatiku kini membuncah deras membongkar semua tembok pelapis dalam lara.

mulut membisu tapi semua asaku bergemuruh ricuh.

tentang sebuah kisah masa indah yang tak lepas dari keakuanku yang ini

siapa yang kira sang pendiam ini ternyata adalah lelaki dengan sejuta obsesi

bukan tentang obsesi yang tinggi nan gila pamor. tidak.

namun tentang obsesi yang luhur nan suci.

tentang derajat kesetaraan kaum marginal.

tentang hak para batin kaum buruh. tentang kesucian agama yang treusik.

tentang semuanya itu.

aku selalu bergetar melihatnya.

 

28 agustus 2004. bukan tanggal yang kau buang menjadi sampah.

bukan pula sampah yang kau bakar menjadi asap.

bukan.

tapi tanggal itu menjadikanku lelaki sejuta obsesi.

siapa aku?

kau tak perlu tanya. aku tetaplah lelaki sejuta obsesi.

dan tentang tanggal itu bukanlah tanggal biasa karena tgl itu menjadikanku lelaki berapi biru.

membakar semua lemahku yang biasa.

 

28 agustus 2004.

mengisahkan tokoh dibalik layar sang lelaki sejuta obsesi.

tokoh itu bukan soekarno, yang kukagumi

bukan pula napoleon atau natsier

atau bukan jenghis khan dan lincoln.

tokoh itu ibu.

ya ibuku.

 

ibuku

siapa dia?

kau harus selalu tanyakan.

dan aku akan selalu jawab.

 

pra 28 agustus 2004

 

sebelum tanggal itu hadir dalam sejarah hidupku, semua adalah kebersamaan. tk ada yang diluput oleh kesunyian dalam diri sendiri. aku dan ibu adalah satu dan takan pernah berpisah. begitupula aku dan keluargaku, ayahku dan keempat saudaraku adalah satu, kita adalah kita tak pernah menjadi aku atau kamu. kebersamaan itu disusun dirumah yang sederhana, tk seperti rumah para kaisar jepang atau para konglomerat rja di arab, atau bahkan para artis holywood di amerika. rumah kami sderhana namun hangat dan nyaman, rasanya tak mungkin bagiku meninggalkan satu hari saja dari rumah sederhana itu. malam adalah kebersamaan yang terbina karena kami sengaja menyerahkan diri pada pangkuan Tuhan di sepermpat malamnya. ayah menjadi komandan dan kami menjadi prajurit. terkadang disaat khusyu bersujud, aku adalah yang paling lama. bukan karena aku terlalu khusyu dan menghayati tapi karena aku teramat ngantuk dan ketiduran. wajarlah karena aku dulu adalah anak yang belum remaja sekalipun. sore adalah kebersamaan karena diwaktu itu aku kami membuat lingkaran untuk bercengkrama dan menyatukan hati sambil menyantap makanan yang sewajarnya, tak terlalu istimewa dan tak terlalu sederhana. Ibu menjadi komando saat itu dan kami menjadi prajurit. maghrib adalah kebersaman krena kami membumbuinya dengan lantunan-lantunan suci yang disatukan. hingga di satu titik ditempat kami selalu melantunkan ayat suci terdapat gema yang tak biasa, ayah bilang “itu mungkin cahaya langit bagi keluarga kita”.

 

diantara semua diantara kami ibulah irang yang paling sabar dan lembut, dia jarang mengeluarkan nada-nada berintonasi tinggi atau membentak dengan bahasa kasar. pernah ku sekali memukul tikus bsar dengan batu bata merah karena tikus itu tiba-tiba datang kehadapanku, seketika ibu melarangku dan memarahiku. ibu bilang “kalau tikus adalah makhluk juga, dia punya hak untuk hidup, kita sebagai manusia harus memahami jalan hidup nya”. bapak adalah orang yang perasa namun terkadang disat marah dia bak rahwana yang akan menghancurkan negeri alengka, tak ada yang bisa menahan emosi baoakku disat marah terkecuali ibu. aku dan bapak begitupula saudaraku sangat menyayangi ibu. dari dulu, hingga kini dan sampai kapanpun.

 

Ibu: guru paling terhebat

 

aku tak tahu bagaimana Ayub bisa disebut sebagai orabg paling sabr jikalau aku tak membaca sejarah peradaban islam, ya itu sejarah dan aku mempercyainya. tapi aku ingin katakan pada semua yang ada didunia bahwa mahkluk paling sabar adalah ibuku.

 

bersambung

#repost dari tulisan adikku..^^

lariii

Desiran ombak terasa mengayun-ngayun tubuhku..kuberlari mengempis dari arah ombak tapi tetap usahaku sia..semakin jauh kuikuti aliran itu..semakin jauh pula rasa sakit ini terbentuk..Aku lelah berlari kecil melawan arus..akhirnya kuterdiam menatap bintang..bintang berlarian menjauhi pandangan mata..enyah sirna menghapus sejuta khayal sukaku..tapi tak bisa kupungkiri, ku masih menatap bintang yang semakin lenyap dari tatapku.

Ombak kembali berguling..seolah memintaku tetap ikut menari kecil tanpa harapnya..indah dipandang mata begitu akrab dengan gemercik pasir yang ikut terlarut..tanpa hiraukan aku..

tanpa hiraukan aku…terus berlari menjauhi hasratku..membentuk sejuta rasa sesakku..tapi tak apalah yang terpenting ada senyumnya..terbebas dari semua usikku.

berusaha tersenyum simpul dan tertawa lepas..dibalik rasa yang mungkin tak pernah sedikitpun dia rasa…

“Hanya kapadaMu, aku memohon dan hanya padaMu aku meminta pertolongan…sesungguhnya Engkaulah maha dari segala maha..”

galau

Aku semakin tak mengerti tentang semua rasa yang selalu bergejolak dalam hatiku sekarang, yang kutahu dan kumengerti hanya rasa senang bila melihatnya tersenyum dan begitu sedih jika merasa rasa ini begitu terabaikan. Ya Allah, aku merasa cintaku begitu sempurna jika dia tersenyum kepadaku, tanpa pernah kutahu apakah iya, senyum itu untukku?

10 06 11-22.15

Akhirnya kumenemukan senyum kembali..dia dengan sederhananya mengucapkan kata demi kata tanpa rayuan, tapi bisa membuat senyum simpul terbentuk di wajahku..Dia yang mempunyai mimpi yang besar untuk citanya..aku bangga..

Walaupun kubenci dengan sikapnya yang terkadang sangat tidak peduli.  Kemarin di bus damri, aku tersenyum sendiri, karena sikapnya yang bisa sehangat itu, padahal biasanya sangat cuek.  Tanya demi tanya dia yang penuh perhatian, aku senang…:D

Dia laki-laki baik aku tahu itu…dan semoga saja dia tetap jadi dia, yg sesederhana itu dan selalu jujur sama aku..:)

Selalu berdoa semoga dia bisa segera berhenti mengejar mimpinya yang satu dan mulai mengejar mimpinya yang lain…

-Hanya kepadaMu aku memohon dan hanya kepadaMu aku meminta pertolongan-

huuuh…menghela nafas begitu panjang..tiba-tiba semua masalah tertumpu di satu sumbu memori otakku..tak sanggup berkata sekarang…begitu banyak masalah tanpa ujung yang tidak pernah sedetikpun aku pikir solusinya.

tiba-tiba ingin hilang ingatan, *astagfirullah…

kadang-kadang aku berpikir untuk keluar dari sistem ini, sistem yang sebenarnya aku sangat merasa nyaman, entah karena apa….ya Allah…bismillah..:)
Semangat AgnaKu..^^

SMS Seorang Sahabat

“…Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan , dengan kesederhanaan dan keikhlasan , karena tiada yang tahu rencana Tuhan. mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk dan membeku dengan perlahan , karena hati mudah untuk dibolak balikkan , serahkan saja rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada maha Yang Memberi dan Memilikinya, Biarkan Ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya…”